Belajar Cara menghipnotis dan cara menghindari hipnotis

Rabu, 15 Juni 2011


Belajar Bagaimana Cara menghipnotis dan cara menghindari hipnotis dengan tips dan trik khusus yang mungkin jitu dan mudah dipelajari,Tema hipnotis kini sedang populer diberbagai acara televisi itu adalah sebuah bentuk positif dari perkembangan ilmu hipnotis diIndonesia ,Dahulu Kita biasanya mengenal hipnotis sebagai sebuah bentuk kejahatan. Kita bisa kehilangan uang,kendaraan, atau barang berharga lainnya di tempat umum bahkan ada juga yang menggunakan hipnotis kepada seorang wanita agar mau dijadikan pacar,,weleh,,,,, tanpa kita sadari biasanya target dari tindak kejahatan dengan metode hipnotis ini adalah para wanita. Dengan cuma ditepuk bahu, atau yang lain. Bisakah kita hindari? Bagaimana caranya dan juga tips dan trik agar kita terhindar dari hipnotis? Jawabnya tentu saja bisa. Pertama dengan mengetahui apa itu hipnotis dan bagaimana cara kerjanya. Dan ini mudah.


Hipnotis sebenarnya istilah buat pelakunya, tindakannya sendiri disebut hipnosis. Hipnosis tidak ada kaitannya dengan ilmu hitam. Ini persepsi yang harus kita buang dulu. Hipnosis sendiri adalah ilmu pengetahuan yang layak dipelajari oleh siapapun. Dia seperti pisau, bisa dipakai untuk memotong bawang atau malah membunuh. Tergantung pemakainya.

Hipnosis terkait dengan perilaku (pikiran) kita sehari-hari. Untuk diketahui, mayoritas tindakan kita itu digerakkan oleh pikiran (alam) bawah sadar kita. Pikiran ini yang membentuk persepsi otomatis kita terhadap sesuatu. Pikiran bawah sadar terbentuk dari apa yang indra kita serap setiap hari. Prosesnya juga kerap tidak kita sadari. Apa yang kita lihat, baca, makan, dengar, dan rasakan, semua akan membentuknya. Ketika pikiran bawah sadar kita bekerja, tentu pikiran sadar kita tidak berfungsi. Sehingga kita tidak bisa berpikir logis atau kritis.

Di antara alam sadar dan alam bawah sadar, terdapat critical area yang membatasi. Hipnosis adalah tindakan untuk mengurangi peran area kritis tersebut hingga akhirnya pikiran bawah sadar kita terbuka. Saat hipnotis berhasil memasuki alam bawah sadar kita, tentu kita tidak menjadi kritis dan sangat mudah menerima sugesti. Mentransfer uang, menyerahkan kendaraan, atau lainnya, adalah hasil dari sugesti hipnotis tadi.

Cara untuk mengurangi peran area kritis ini biasanya disebut induksi. Tekniknya macam-macam. Di antaranya dengan pembingungan (membuat kita bingung), intimidasi (membuat kita terpana karena takut atau kagum), pengalihan mendadak, sugesti perlahan, atau yang lain. Kebanyakan hipnotis menggunakan kombinasi dari berbagai teknik tersebut.

Contohnya begini. Pelaku kejahatan hipnosis (selanjutnya dalam artikel ini saya sebut hipnotis) biasanya screening calon korban terlebih dahulu. Yang banyak diincar adalah wanita, remaja, orang yang terlihat kurang percaya diri, dan orang yang sendirian. Wanita diincar karena sering menggunakan perasaan sehingga critical areanya mudah terbuka. Remaja banyak diincar karena critical areanya masih tipis. Orang yang kurang percaya diri itu sugesti dirinya rendah sehingga mudah disugesti orang lain. Dan mereka yang sendirian, minimal mudah melamun atau bengong, sehingga peluang dihipnosis besar. Oya, biasanya hipnotis berpenampilan fisik intimidatif. Bisa membuat kita takut atau kagum. Bisa sangar atau malah perlente sekalian. Hipnotis juga harus memiliki sugesti diri yang tinggi, minimal lebih tinggi dari korbannya.

Kembali ke screening, yang tentu dan ternyata tidak seprofesional itu. Banyak hipnotis yang salah duga. Karena cover buku belum tentu menjelaskan isinya. Oleh karenanya, hipnotis lebih cenderung trial and error bahkan acak dalam mencari korban. Tepuk sana tepuk sini.

Nah, biasanya dari sekian orang yang ditepuk bahunya, ada saja satu atau dua orang yang setelah ditepuk dia terlihat kebingungan (blank). Ini menandakan critical areanya mulai goyah. Ini teknik pengalihan mendadak. Ada yang pada tahap ini saja korban sudah bisa dihipnosis. Bagi yang critical areanya hanya goyah (bukan terbuka), hipnotis bisa mengajukan tangannya untuk bersalaman, ketika korban menyambutnya secara refleks, berarti tanda positif bagi hipnotis. Posisi tangan saat bersalaman biasanya berbeda dari lazimnya, hipnotis suka mengangkat tangan korban dari posisi biasanya. Lalu hipnotis melancarkan pertanyaan aneh (teknik pembingungan), misalnya,”Di mana selat sunda terbakar adonan kuenya?” , dengan tangan masih digenggam. Pertanyaan ini untuk semakin membingungkan pikiran sadar korban. Karena dilakukan pada saat critical area korban goyah, korban bukannya malah berpikir, tapi sebaliknya. Selanjutnya hipnotis bisa mengalihkan mendadak korban lagi dengan menghentakkan ke bawah tangan korban yang sedang bersalaman dengannya. Setelah critical area korban terbuka, tinggal melakukan sugesti saja.

Atau contoh lain, tanpa melancarkan pertanyaan aneh, hipnotis akan mencoba mensugesti perlahan si korban. Untuk yang satu ini diperlukan kemampuan persuasi yang bagus dari hipnotis. Dan tentu lebih sulit, namun ternyata lazim terjadi. Banyak pelaku bermodus menjual barang nggak jelas atau kehabisan ongkos lalu berhasil merogoh kocek korban begitu dalam.

Contoh di atas adalah hipotesis dan modus yang pernah saya ungkap di lapangan. Tentu banyak variasi yang lainnya. Yang patut dicetak tebal, hipnosis hanya terjadi atas seizin kita yang dihipnosis. Meski kita disugesti orang lain, pada dasarnya kita lah yang mengizinkan. Karena saat critical area kita menipis, dapat dengan mudah bagi kita-semestinya- untuk menebalkannya lagi. Namanya juga critical area.

Setelah mengetahui bagaimana hipnosis bekerja, apalagi yang harus kita lakukan? Tips paling ampuh tentu saja kita mesti memiliki sugesti diri yang baik, sehingga tidak mudah disugesti oleh orang lain tanpa seizin kita. Sugesti diri ini bertetangga dekat dengan spiritualitas (keyakinan = alam bawah sadar). Adapun cara paling mudah untuk meningkatkan spiritualitas adalah dengan mensyukuri hidup kita saat ini. Bersyukur dalam hati, lisan, dan perbuatan. Guru The Secret, Joe Vitale, pun sepakat dengan teknik ini. Selebihnya kita hanya perlu meningkatkan kewaspadaan saja. Semoga bermanfaat
Selengkapnya...

pesulap indonesia

Kamis, 09 Juni 2011




Berikut ini 3 Biografi Pesulap Besar di Indonesia:



Deddy Corbuzier
28 Desember 1976

Biografi :

Deddy Corbuzier alias Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo dikenal sebagai seorang praktisi metalis kenamaan Indonesia.
Pria kelahiran di Jakarta, 28 Desember 1976 ini, pernah melakukan aksi menengangkan dengan mengendarai kendaraan dalam posisi mata tertutup, selain itu Deddy juga pernah melakukan tebak headline media massa yang ditentukannya sebelum media itu diterbitkan.Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina pada 25 Februari 2005, dan telah dikarunia seorang anak, Askanio Nikola Corbuzier.



Demian Aditya
Tegal, 19 Juni 1980

Biografi :

Terlahir dengan nama Aditya Prambudhi namun lebih terkenal sebagai Demian Aditya, sang Ilusionist.
Anak pertama dari dua bersaudara ini semenjak usia 10 tahun telah berkenalan dengan dunia sulap secara otodidak.Namun namanya mulai terkenal bukan gara-gara sulap melainkan karena berhasil mengikuti ajang pemilihan Abang dan None Jakarta di tahun 2002.

Pria kelahiran Tegal, 19 Juni 1980 ini berhasil menyabet dua gelar sekaligus di ajang ini, yakni sebagai Abang Persahabatan 2002 dan Abang Favorit 2002.

Demian mulai terkenal di panggung hiburan sebagai pesulap saat telah memiliki acara sendiri di sebuah stasiun TV dengan judul DEMIAN SANG ILLUSIONIST pada tahun 2007.

Dalam sebuah acara di Lapangan Gasibu Bandung, suami artis Yulia Rachman ini berhasil melakukan teleportasi sebuah bola raksasa dengan diameter 8 meter yang berisi 7 orang di dalamnya.



Romy Rafael
Surabaya, Jawa Timur, 12 Juli 1977

Biografi :

Romy Rafael adalah seorang ahli dan praktisi hipnotis asal Indonesia, yang kemudian mengolah kemampuannya dalam panggung entertainment. Romy
pernah secara rutin tampil secara rutin di SCTV, menunjukkan kemampuan menghipnotisnya, dengan nuansa menghibur.Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1977 itu mengaku mendalami ilmu hipnotisnya dan berbagai kegunaannya lebih dari empat tahun di Amerika. Lelaki yang selalu mengenakan penutup kepala warna hitam ini mengaku pernah belajar di Hynotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute, dan Institute for Neuro Research and Education.

Romy saat ini menggunakan kemampuan hipnotisnya selain untuk hiburan, juga untuk aktivitas klinis (pengobatan psikis), medis (kedokteran), bahkan untuk bisnis dan perusahaan. Ia berusaha menghilangkan kesan negatif hipnotis lantaran banyak kasus penipuan dan kejahatan dengan ilmu ini.

Romy telah membuka Klinik Romy Rafael Hypnotheraphy di Jakarta Selatan, dengan menerima penyembuhan orang yang tengah dalam keadaan stres, depresi, phobia, bahkan menghilangkan kebiasaan buruk.

Selain itu, Romy juga telah menyusun buku Hipnoterapi: Quit Smoking! (2006), yang berisi panduan hipnoterapi dalam bentuk buku dan CD, untuk menghilangkan kecanduan rokok.

Pada 2005, Romy berhasil mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menghipnotis sekitar 5000 orang yang hadir dalam sebuah acara seminar yang berlangsung di Mangga Dua Square, Jakarta pada 11 November 2005
Selengkapnya...

Sejarah dan Awal Munculnya Hipnotis


Sebenarnya hipnotis ini muncul sekitar 3000 tahun lalu. Umumnya pada waktu itu banyak para rohaniawan di berbagai Negara melakukan pengobatan dengan melakukan teknik hipnotis atau membuat pasiennya tertidur ( rileks ). Pada saat pasiennya tertidur dan dalam kondisi rileks tersebut maka diucapkan kata – kata untuk menanamkan saran ( Sugesti ) di alam bawah sadar mereka mengenai kesembuhannya.

Kemudian berkembang melalui Marquis de Puysegur (1781 – 1825) yang pertama kali memperkenalkan hypnotic state seperti yang kita ketahui sekarang ini. Kemudian sekitar pada tahun 1842 seorang dokter ahli syaraf keturunan Skotlandia yanb bernama James Braid ( 1795 – 1860 ) mengenalkan istilah hypnosis yang berasal dari salah satu nama Dewa Yunani.

Kemudian setelah itu muncul dua orang professor Dr. Ambroise Auguste Liebeault (1823 – 1904) dan Bernheim yang telah mengembangkan seni hipnotis. Sampai pada akhirnya Liebeault sering disebut “Bapak Hypnosis”.

Pada pertengahan tahun 1940, ada seorang psikiatrist yang sangat jenius bernama Milton Erickson (1901-1980). Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses hypnosis, yang hebat adalah subyek hypnosis atau kliennya. Karena klien dapat memahami dan mengikuti apa yang dikatakan oleh sang terapis. Dia juga menyatakan bahwa hypnosis adalah proses yang wajar dan tidak akan berproses bilamana bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan keinginan klien. Semua pengendalian proses hypnosis berada di klien.
Kemudian muncul lagi nama Dave Elman (1900 – 1967) yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Hipnotis juga menjadi dasar dari ilmu NLP (Neuro Language Program) yang dikembangkan John Grinder dan Richard Blander. Mereka juga belajar teknik hipnotis dari Milton Erickson. Saat ini NLP sangat populer digunakan untuk pengembangan diri, motivasi dan pemberdayaan diri. Selain itu hypnosis juga telah berkembang pesat dan setiap orang mempunyai gaya tersendiri dalam mengaplikasikannya.

Selengkapnya...

Sulap Merubah Kartu

Rabu, 08 Juni 2011







Untuk lebih jelasnya lihat di youtube.com
Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi Facebook :flame_vangga@ymail.com
Selengkapnya...

sejara dan pengertian sulap

Rabu, 01 Juni 2011

Pesulap masih termasuk dalam “habitat” seniman. Mengimplementasikan unsur seni dalam setiap aksinya. Seni berbicara, panggung, gerak, mimik, serta seni mempengaruhi orang lain (teknik misdirection direction).
handart1handart2
handart6 handart7 Seni secara harafiah melib atkan unsur rasa,  inspirasi, imajinasi, fell, dll. Ihwal yang bertautan erat dengan rasa atau perasaan terhadap “sesuatu”. Sesuatu dapat diartikan dalam: bentuk,yang mengilhami pada perupa dan pemahat; suara pada vokalis; gerak pada penari.
Dalam seni sulap, kita seyogianya mengombinasikan semua unsur-unsur seni di atas (“sesuatu”) kemudian membungkusnya rapi dengan apa yang dinamakan “tipuan cantik.” Tipuan yang benar-benar memperdayakan manusia, menariknya masuk dalam dimensi fantasi dan mimpi mereka.
Seperi yang kita tahu bahwa fantasi manusialah yang membuat seni sulap itu bernafas; ingin terbang,  pada aksi ilusionis David Cooperfield yang mencengangkan kita; manusia ingin berjalan di atas air, Chris Angels mewujudkannya dalam aksinya horornya, yang juga pernah diperagakan oleh Deddy Coorbuzier di salah satu stasiun TV nasional. Mendatang arwah, Sucahyo berhasil menundang “arwah” dengan spirit shownya.
Nah, pembaca yang budiman. Seperti yang kita bahas bahwa imajinasi, fantasi, dan mimpi tersebut terjadi jika ada proses berpikir. Sedangkan manusia sudah dapat berpikir sejak ribuan bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu. Dan pada masa-masa itu manusia telah bermain-main dengan imajinasi, fantasi, kilatan mimpi. Seperti yang kita lihat pada peninggalan bekas riual-ritual berhala mereka; saya menyebutnya tipuan kotorJaman purbakala, jaman Yunani dan Roma kuno, dukun-dukun mempergunakan sulap untuk menciptakan efek-efek khusus, dalam upacara-upacara kepercayaan mereka. Misalnya: pintu yang terbuka sendiri, nyala api yang tiba-tiba muncul, air yang keluar dari bejana kosong dll.
720px-Hieronymus_Bosch_051Kemudian sejak ditemukan tipuan-tipuan bersih, tipuan yang teramu dengan unsur-unsur seni, maka sulap berevolusi ke jaman tipuan sebagai sihir. Dan telah tertulis dalam gulungan kulit, bahwa di Mesir, sekitar 2600 BC (before Christ lahir) ada seorang pesulap bernama Dedi, telah melakukan pertunjukan di depan raja Cheops.
Sedangkan di waktu dan tempat yang lain, pada abad permulaan, seorang Romawi bernama Senecca menulis tentang pesulap yang bermain Cups and Balls, sulap klasik yang tidak hengkang oleh waktu.
Masa-masa Terburuk bagi  Pesulap
Eropa, pada abad pertengahan, sulap di salah persepsikan sebagai ilmu sihir tipuan-tipuan kotor sehingga banyak pesulap yang dipancung kepalanya. Pada tahun 1584, Reginald Scot, seorang Inggris menulis buku “The Discoverie of Witchcraft” yang menjelaskan tentang sleight of hand  dan tipuan-tipuan (tricks) serta metode-metode yang pernah digunakan dalam pertunjukkan sulap waktu itu, dimana tulisan-tulisannya membongkar paradigma bahwa sulap bukanlah sebuah ritual pemujaan, mengundang kuasa-kuasa gelap, ataupun setan-iblis.
(bersambung)
Selengkapnya...